RSS

TUTORIAL MEMBUAT LOGO MENGGUNAKAN CORELDRAW



TUTORIAL MEMBUAT LOGO MENGGUNAKAN CORELDRAW

Untuk Membuat Logo pada CorelDraw
1.      Dalam pembuatan logo ini saya menggunakan CorelDRAW Graphics Suite X4.
2.      Klik New Black Document, Atur page 1 dengan ukuran “Lanscape”
3.      Kemudian klik “Text Tool” pada menu ToolBox di bagian kiri, ketikkan huruf “V”
4.      Gunakan font “Arial” dan size fontnya 531.4 pt.
5.      Copy huruf V lagi, kemudian geserkan di dekat V pertama, sehingga menjadi huruf “W”.
6.      Setelah itu blok seluruh hurufnya, kemudian pilih menu “Arrange” lalu pilih “Group” untuk menggabungkan dua huruf tadi menjadi satu objek.
7.      Kemudian copykan lagi huruf “W” yang sudah dibuat tadi, kemudian geserkan di dekat huruf tadi. Kemudian klik huruf “W” yang kedua tadi, kemudian rotate menjadi 1800. Sehingga huruf “W” tadi menjadi huruf “M”.
8.      Setelah itu, blok kedua object tersebut kemudian kita pilih menu “Arrange” lalu pilih “Group” untuk menggabungkan dua objek tadi menjadi satu objek.
9.      Setelah itu, simpan file dengan cara pilih menu File, Pilih Export, simpan dengan type “JPG-JPEG Bitmaps” kemudian klik Export.
10.  Atur ukuran yang ingin dibuat, kemudian klik OK
11.  Sehingga logo yang dibuat akan seperti ini:



TUTORIAL INSTAL UBUNTU SERVER 12.04 DI VIRTUALBOX



TUTORIAL INSTAL UBUNTU SERVER 12.04 DI VIRTUALBOX

Sebelum Ubuntu di install pada virtualbox, kita harus menginstal virtualboxnya terlebih dahulu dan sebaiknya pada saat instalasi Ubuntu, koneksi internet di putus dulu karena jika komputer terhubung ke internet, pd saat instalasi nanti Ubuntu akan update otomatis dan ini memakan waktu lama (tergantung koneksi internet).

Untuk menginstal Ubuntu Server 12.04 maka kita harus membuat Machine Baru di VirtualBox, Pertama, buka Aplikasi Oracle Virtual Machine VirtualBox Manager, kemudian Klik New.

Kemudian Pilih Next,

Masukkan Nama Mesin Virtual yang akan di Install, Kemudian Pilih Next

Atur kapasitas Virtual Memory RAM, kemudian Next

Virtual Hardisk : Centang chekbox Start-Up disk, dan pilih radio Button,Create New Hardisk. kemudian klik Next

Welcome To The Virtual Disk Creation Wizard : klik Next

Pada Virtual disk storage details: box storage type pilih Dynamically allocated kemudian pilih/klik Next

Pada Virtual Disk File Location And Size: tentukan besar hardisk yang anda butuhkan, untuk Ubuntu bisa di set 2GB atau lebih. untuk menghindari lag pada saat penggunaan. Lalu Klik Next.

Summary, Klik tombol Create
Summary lagi, kemudian pilih Create lagi.

Maka Ubuntu yang tadi telah dibuat akan tampil seperti ini.

Sebelum merunning Sistem Operasi Ubuntu, di setting terlebih dahulu apa yang harus di setting, maka Klik Settings.

Kemudian Pilih System, pada Tab Motherboard di pilihan Boot Order, centanglah CD/DVD-ROM dan Hard Disk, seperti gambar dibawah ini.

Kemudian, pilih Menu Storage, kemudian klik pada Drive CD/DVD pilih file ISO Ubuntu yg akan di install, kemudian klik OK.

Setelah di setting, maka kita akan memulai untuk menginstal Ubuntu di VirtualBox dengan mengklik tombol Start seperti pada gambar dibawah ini.

Setelah di Start maka akan muncul tampilan pilihan bahasa untuk instalasi seperti gambar dibawah ini, pilih bahasa Default (English) kemudian tekan Enter.

Lalu pilih “Install Ubuntu Server” kemudian tekan Enter

Pilih bahasa Default (English)

Langkah selanjutnya adalah memilih lokasi kita, jika kita ingin memilih lokasi Indonesia, pilih Other, pilih Asia, kemudian pilih Indonesia, dan tekan Enter.

Berikutnya adalah memilih atau Configure Locales. Locale ini nanti akan berpengaruh terhadap format tanggal, number, dan lain-lain. Karena locale untuk Indonesia tidak ada maka pilih saja yang United States, seperti gambar dibawah ini:

Langkah selanjutnya adalah mengatur Layout dari Keyboard kita, karena keyboard Indonesia tidak punya karakter khusus seperti Arab, Jepang, China, dan lain-lain. Jadi pilih saja No untuk pertanyaan Detect Keyboard Layout seperti gambar dibawah ini:

Selanjutnya pilih English (US) untuk jenis keyboard yang Anda gunakan.

Setelah Anda memilih dan mengkonfigurasi Keyboard yang sesuai dan menekan tombol Enter. Selanjutnya instalasi akan dilanjutkan dengan proses Detecting Hardware dan loading komponen tambahan dari sistem kita, untuk lebih jelasnya dapat dilihat seperti gambar dibawah ini:

Kemudian saatnya untuk konfigurasi jaringan. Pertama yang harus diatur adalah nama alamat server, isi sesuai keinginan Anda, lalu pilih Continue.

Kedua, atur nama host untuk server Anda

Kemudian saatnya menambahkan User yang akan Anda gunakan untuk manajemen server. Pertama, harus masukkan Nama Lengkap dari user itu sendiri. Kemudian pilih Continue.

Selanjutnya, isikan nama user (username) yang akan dipakai untuk login ke server. Perlu diingat bahwa username account tidak memakai spasi dan harus dalam huruf kecil semua (lower case). Kemudian pilih Continue.

Kemudian isi password yang akan dipakai oleh user. Jangan lupa isiikan password yang sama ketika diminta untuk konfirmasi password.

Kemudian, nanti akan ada perintah seperti gambar dibawah ini apakah home direktori Anda akan di enkripsi atau tidak. Jika Anda pilih Yes maka semua file yang Anda simpan di dalam home direktori Anda tidak akan bisa dibuka selain Anda sendiri. Tetapi, untuk praktek kali ini kita saja pilih No untuk sekedar latihan.


Terus, Anda nanti akan diminta untuk menentukan zona waktu yang Anda inginkan. Karena kota Palembang belum tercantum, maka kita pilih Jakarta sebagai zona waktunya. Kemudian tekan Enter.

Selanjutnya membuat partisi untuk instalasi sistem Ubuntu Server 12.04. Ketika muncul pilihan Partition Disks, pilih saja Manual, karena jika memilih Guided maka partisi yang dibuat adalah default. Jadi, jika Anda ingin membuat partisi sesuai keinginan Anda maka pilih Manual.

Kemudian pilih Hard Disk (HD) yang akan di partisi, kemudian tekan Enter.
  
Kemudian akan ada pertanyaan untuk pembuatan tabel partisi baru. Pilih Yes.

Terus pilih di tabel partisi yang baru saja dibuat (yang ada keterangan FREE SPACE).

Kemudian pilih “Create a New Partition”.

Untuk partisi pertama, saya bikin sebagai swap area. Swap area ialah memory yang bakal dipakai untuk membantu kerja dari RAM ketika proses yang dikerjakan membutuhkan memory yang melebihi kapasitas RAM. Jadi, jika memory RAM sudah besar, maka ukuran swapnya jangan terlalu besar.

Pilih jenis Partisinya, misalnya kita pilih Primary

Terus pilih lokasi dimana Anda akan menempatkan partisi ini di dalam Hard Disk, kemudian pilih Beginning.

Selanjutnya, Anda akan diminta mementukan jenis File System yang akan dipakai. Karena yang akan saya buat untuk swap, maka saya akan pilih “Swap Area” di pilihan “use as”.

Selanjutnya, jika setting partisi sudah sesuai pilih “Done Setting up the partition”

Jika Anda ingin membuat partisi lain, caranya sama seperti langkah diatas. Disini saya akan buat satu partisi lagi untuk “/” (root).
  
Jika sudah benar dan sudah pasti membuat partisi tinggal pilih “Finish partitioning and write changes to disk”. Nanti akan ditanya apakah Anda yakin mau menyimpan perubahan yang sudah Anda buat. Kemudian pilih Yes.

Terus, tinggal menunggu proses instalasi seperti di bawah ini:

Nanti, ditengah-tengah instalasi Anda bakal diminta HTTP Proxy. Jika ada yang pake Proxy tinggal masukkan disini, tetapi jika tidak memakai Proxy maka kosongkan saja.

Terus, nanti akan diminta juga untuk setting update sistem. Apakah mau di update secara otomatis atau secara manual.


Selanjutnya, pilih LAMP Server

Setelah semua aplikasi/software selesai di install ke sistem, langkah selanjutnya adalah instalasi GRUB/Boot Loader. Kemudian pilih Yes.

Dan akhirnya proses instalasi Ubuntu Server 12.04 pun selesai, kemudian pilih Continue.

Masukkan username dan password yang sudah Anda buat pada saat proses instalasi tadi.
Copyright 2009 That's My Blog :D. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates